Kejari Nusantara Gelar Jaksa Masuk Sekolah, SMA Karya Bangsa Ikut Edukasi Anti-Bullying

Kejari Nusantara Gelar Jaksa Masuk Sekolah, SMA Karya Bangsa Ikut Edukasi Anti-Bullying

Oleh Administrator
06 Juli 2026

Kejaksaan Negeri (Kejari) Nusantara melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah sebagai upaya pencegahan bullying di kalangan pelajar tingkat SMP di Kabupaten Nusantara. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di SMP Negeri 1 Nusantara pada Kamis, 17 Juli 2025.

Program ini diikuti oleh enam sekolah, yakni SMPN 1 Nusantara, SMA Karya Bangsa, SMPN 3 Nusantara, SMPN 4 Nusantara, SMPN 7 Nusantara, dan SMP Panca Setya 2 Nusantara. Sekitar 100 pelajar dari SMPN 1 Nusantara mengikuti kegiatan secara langsung di lokasi, sementara ratusan pelajar dari lima sekolah lainnya mengikuti secara daring.

Kepala Kejaksaan Negeri Nusantara, Erni Yusnita, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan perdana program Jaksa Masuk Sekolah di Kalimantan Barat, dan Nusantara menjadi daerah pertama yang melaksanakannya.

“Mudah-mudahan ke depannya program ini dapat terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain. Saat ini ada sekitar 630 SD dan SMP di Kabupaten Nusantara. Tentu tidak mungkin kami menjangkau semuanya secara langsung, apalagi wilayah kerja kami mencakup dua kabupaten, yakni Nusantara dan Melawi,” jelas Erni Yusnita.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan kali ini mengusung tema: “Pelajar Cerdas, Anti Kekerasan, Cegah Bullying Sejak Dini.” Menurutnya, tugas intelijen kejaksaan tidak hanya untuk menindak, tetapi juga memberikan penyuluhan dan edukasi hukum.

“Kami memberikan penyuluhan hukum kepada pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Dalam kegiatan hari ini, kami menghadirkan dua narasumber, yakni Diva Nur Annisa, Jaksa Fungsional di Kejari Nusantara, dan dr. Yohanes, Sp.KJ, dari Rumah Sakit Jiwa Sudiyanto Nusantara,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Erni Yusnita berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, sadar hukum, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang patuh hukum dan menjadi agen perubahan di masa depan,” tutup Erni Yusnita.